Mabuk Dua Hari, Pemuda Cabuli Seorang Nenek

Kompas.com - 22/11/2012, 03:01 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Lantaran mengkonsumsi minuman keras (miras) tradisional jenis sopi sampai mabuk berat selama dua hari, Moses Kosat (24), tega memerkosa AT (55) seorang nenek lima orang cucu yang tak lain adalah bibinya sendiri.

Kelakuan bejat warga Benloki, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur itu dilakukan di kebun milik sang nenek, Selasa (20/11/2012) sore sekitar pukul 15.00 Wita.

Wakil kepala Polres TTU Komisaris Yulian Perdana, SIK, Rabu (21/11/2012) mengatakan pelaku yang dalam keadaan mabuk miras melihat nenek AT yang bekerja sendirian di kebun. Ia lantas mendekati dan memaksa sang nenek untuk melayani nafsu birahinya. "Si nenek menolak sehingga Moses yang sudah kesetanan akibat nafsunya yang sudah memuncak memukul si nenek dengan kayu di kening, kemudian menggigit leher dan tangan kiri sampai si nenek terpaksa menyerah dan melayani Moses," kata Yulian.

Menurut Yulian, sang nenek berhasil meloloskan diri setelah lebih dari satu jam dicabuli oleh Moses. Sang nenek lalu bersembunyi di rumah salah satu warga sampai warga melaporkan kasus itu ke petugas polisi masyarakat (polmas).

"Petugas Polmas yang mendapat laporan warga, bersama tim Unit Kerja Lapangan (UKL) yang dipimpin oleh Kepala Satuan Intelkam (Kasatintel) dan SPK kemudian mengamankan tersangka di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," beber Yulian.

Akibat peristiwa itu sang nenek kini masih mengalami trauma, sementara itu pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai peternak, kini dijebloskan ke sel tahan Mapolres TTU dan terkena pasal 285 junto 53 dan 351 KUHP tentang percobaan pemerkosaan dan penganiayaan dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

"Kita menghimbau kepada warga agar menjauhi miras dan mewaspadai perilaku warga yang mabuk. Selain itu warga dan para tokoh selalu memberi informasi kepada petugas Polmas/Bhabinkamtibmas yang ditempatkan di setiap desa/kelurahan bila ada kerawanan atau potensi kriminalitas," ujar Yulian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau